Sejarah Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Selong

Cetak
gedung2

Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Selong dibangun di atas tanah seluas ± 1 Ha dahulunya adalah bangunan peninggalan penjajahan Belanda. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehakiman RI. No : M.03.UM.01.06 Tahun 1983 tentang

 

Penetapan Lembaga Pemasyarakatan tertentu sebagai Rumah Tahanan Negara maka Lembaga Pemasyarakatan Selong berubah status menjadi Rumah Tahanan Negara Klas IIB Selong dan berubah nomenklatur kembali menjadi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Selong dengan Dasar Hukum Kepmenkumham dan HAM No. M.HH-05.OT.01.03 tanggal 24 Mei 2019. Lapas selong dibangung dengan bersertifikat pada tanggal 11 April 1989 dengan Nomor : 12/1989.

Lembaga Pemasyarakatan IIB Selong terletak di Jl.TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid No 199 Selong Telp/Fax. 0376-2922103, Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat dan disertifikat pada tanggal 11 April 1989 dengan Nomor : 12/1989, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Selong berada di lingkungan pemukiman penduduk yang relatif padat, dengan batas-batas sebagai berikut :

Aksebilitas untuk mencapai lokasi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Selong relatif mudah karena berada dijalur Provinsi. 

Lapas Selong sendiri memiliki kapasitas sebanyak 139 orang dan memiliki sarana asimilasi dan edukasi di dusun Menangabaris. Lokasi Lapas Selong yang berada di tengah pemukiman dan aksebilitas yang relatif mudah dijangkau tersebut menunjukan bahwa dari sisi lokasi Lapas Kelas IIB Selong sejalan dengan konsep reintegrasi yang mensyaratkan tentang lokasi Lapas harus berada minimal dekat dengan area perkotaan, dengan maksud agar tahanan dan narapidana dapat melanjutkan hubungan dengan keluarga atau masyarakat.